Category Archives: Esai

Mengenang Kembali, Mengingat Yang Sudah.


Mulanya saya tidak akan pernah sudi untuk melanjutkan pendidikan tingkat tinggi. Cita-cita saya setelah lulus sekolah dasar akan pergi jauh untuk mengais rezki. Membahagiakan kedua orang tua, setidaknya dengan tidak lagi memungut uang jajan dari tabungan orang tua. Tapi ibu, ibu orang satu-satunya yang terus memaksa saya untuk melanjutkan pendidikan ketingkat yang sangat tinggi. Bahkan, ibu saya siap memenuhi apa saja permintaan saya, asal saya terus melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kalau Bapak orangnya santai, tapi mengena. Bahkan tentang pendidikan saya, bapak tak terlalu memaksa. Waktu itu bapak selalu mengungkapkan kata “Biarkan waktu yang menjawab”. Ungkap bapak terkait masa depan pendidikan saya.

Hari itu –saya lupa hari apa, tak terasa saya sudah duduk di kelas 1 sekolah menengah pertama, di salah satu sekolah swasta yang berada di desa saya. Saya merupakan salah satu murid yang pandai mengartikan bahasa arab. Suatu ketika, saat ujian datang pernah saya mendapatkan nilai yang fantastis. Soal 10 tidak ada yang salah. Bahkan guru bahasa arab SMP waktu itu keheranan. Baca lebih lanjut

Iklan