Sebuah Malam Perjumpaan (2)


Pelan-pelan aku panggil namamu An….. Pelan-pelan kamu pun menjauh.. jauh, terus menjauh dan terus berkejauhan. Tapi aku percaya, kamu tak akan pernah menghilang.. Dalam angan, aku ingin membawa namamu pulang…

Teruntuk kamu An, yang sedang jauh dari jarak pandang.

Seusai perjumpaan malam itu, tiba-tiba kamu menjauh. Tak seperti lagi peristiwa sebelumnya. Setelahnya, aku tak dapat lagi berbuat apa-apa. Mulanya aku sadar diri. Mulanya aku juga memahami. Aku dan kamu, tak terjadi apa-apa. Semuanya baik-baik saja. Tapi entahlah, kenapa sejak perjumpaan malam itu kesemuanya hampir menjadi tragis. Dalam malam aku terus berangan. Ingin membawa pulang, meskipun hanya sebuah nama. Senymmu yang lucu, suaramu yang bulat, tak dapat aku gambarkan lagi dengan kata-kata.

Sejak itu, dengan perantara Mozilla dan Opera, diam-diam aku terus memeriksamu, pelan-pelan aku terus mengunjungimu. Ya, semoga kamu disana dalam keadaan baik-baik saja. Dan aku disini juga baik-baik saja.

Hari terus berganti. Pagi, siang, sore malam terus berputar-putar. Semakin jauh hari, semakin lekat ingatanku. Karena mengingatmu tak akan pernah selesai. Aku tahu, setiap kelahiran tak di takdirkan sama. Berangkat dari hal itu, pelan-pelan aku paham, kamu dan aku menjadi beda. Tapi bukankah itu tak penting?

Sejak malam itu, sejak sebagaimana kita pernah di pertemukan, aku tak terbiasa dengan keadaan diam. Lalu, salah satu cara mengingatmu adalah dengan terus mengisahkannya dalam catatan harian.

(Bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s