Monthly Archives: Februari 2012

-Bukan-, Jawaban Atas SMS Seorang Kawan.


Pagi setengah siang itu saya sedang ngobrol asyik disebuah warung kopi. Hal ini menjadi sebuah agenda rutin serupa ritual kebudayaan yang kian hari kian saya gemari. Ponselpun berbunyi. Saya kelimpahan berkah akibat dapat sms dari salah seorang sahabat –sebut saja ia Mahrus Sholih. Isinya tentang gunjingan sepakbola. Tragedi kerusuhan sampai hilangnya ribuan nyawa. Saya yakin, sms yang saya dapat merupakan hasil renungan dari ajakan saya untuk menonton sebuah pertandingan Persid Jember di stadion Nothohadinegoro beberapa waktu yang lalu. Mahrus –yang saya tahu, memang bukan penggemar sepakbola. Setahu saya, ia mengidolakan permainan catur yang mengandalkan langkah kuda dan pion, atau permainan domino dengan konsekuensi malu akibat kalah tekanan mental dari lawan. Dilain itu, saya kurang begitu paham. Setelahnya, tentu saja saya mengumpat dengan keras. ! Baca lebih lanjut

Iklan