Suatu Saat


Suatu saat saya ingin pergi ke Spanyol. Menonton laga Elclasico Barcelona Vs Real Madrid. Setelahnya itu saya akan keliling, dan menulis apa yang saya lihat.

Sebelum hal itu terjadi. Seharusnya saya tahu, bahwa perjalanan panjang ialah melelahkan. Dilain sisi juga mengasyikkan. Jangankan ke Spanyol cita-cita saya untuk pergi ke Jogjakarta saja belum pernah kesampaian. Saya mempunyai satu cita untuk jalan-jalan lalu menuliskan apa yang saya lihat. Entah kapan hal itu akan terwujud. Tapi saya yakin. Suatu saat keinginan saya akan tercapai. Dan saya dapat menuliskan sesuatu atas jalan-jalan saya tadi. Konon, di Jogja ada candi Borobudur, banyak buku, dan seniman-seniman ternama. Belum lagi soal budaya membaca dan menulisnya. Wah, sangat menyenangkan jikalau bisa bertatap muka dengan mereka-mereka. Tapi kapan ya?

Jika diberi kesempatan. Saya akan naik bus, atau kereta api. Saya akan memulai mencatat dari saya masuk pintu peron atau sebuah pintu gerbong kereta api kelas ekonomi. Saya akan menceritakan apa yang saya lihat di sepanjang jejalanan. Saya merindukan hal itu. Dan akan ada harapan untuk hal-hal yang kita rindukan. Tapi rupanya semua itu akan sia-sia saja. Kenapa tidak. Jika saya hanya omong kosong tanpa upaya untuk berjalan setapak menuju apa yang saya citakan bukankah itu hanya omong kosong.

Apa anda tahu. Saya salah satu dari sekian banyak orang yang sangat ingin bisa menulis. Dan apakah anda juga tahu. Dari awal saya hanya omong kosong belaka. Intinya tetap, bahwa ingin menjadi apa yang kita inginkan harusnya melakukan. Dari awal, sebenarnya saya hanya ingin merangkai kata. Tapi entah, kenapa berawalan seperti itu dan berakhiran seperti ini. Dan pada sebuah buku karya Muhidin M Dahlan yang berjudul “Jalan Sunyi Seorang Penulis” saya membaca kalimat seperti berikut. “Ingat-ingatlah kalian penulis-penulis belia; bila kalian memilih jalan sunyi ini maka yang kalian camkan baik-baik adalah terus membaca, terus menulis, terus bekerja, dan bersiap hidup miskin. Bila empat jalan itu kalian terima dengan lapang dada sebagai jalan hidup, niscaya kalian tak akan berpikir untuk bunuh diri secepatnya”.

Dan apakah kalian juga tahu. Bahwa saya ingin belajar menulis?

Iklan

5 responses to “Suatu Saat

  1. your post is nice.. 🙂
    keep share yaa, ^^
    di tunggu postingan-postingan yang lainnya..

    jangan lupa juga kunjungi website dunia bola kami..
    terima kasih.. 🙂

  2. jangan jadi penulis bro. Jadikan nulis itu hobi saja, atau sekedar mengusir kegalauan yang saat ini mewabah. Asek.

  3. Like this words :

    “Ingat-ingatlah kalian penulis-penulis belia; bila kalian memilih jalan sunyi ini maka yang kalian camkan baik-baik adalah terus membaca, terus menulis, terus bekerja, dan bersiap hidup miskin. Bila empat jalan itu kalian terima dengan lapang dada sebagai jalan hidup, niscaya kalian tak akan berpikir untuk bunuh diri secepatnya”.

    Salam kenal, 😀

  4. saya juga mau ke spanyol 😀

  5. nice…
    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s