Malam Pergantian Alaf


_Seharusnya catatan ini saya posting sekitar dua minggu yang lalu.

Pagi itu saya kedapatan SMS dari salah seorang teman di Jember. Teman saya tadi bertanya tentang kapan akan datang ke Jember dan merayakan malam pergantian tahun. Saya yang pada waktu pagi itu pula kebetulan sedang ada di rumah. Habis pulang dari jalan-jalan menghabiskan pikiran yang buntu.

“Ketemu di warung kopi pojok pasar tanjung. Kita bernostalgia bung, mengingat 1 tahun yang lalu” bunyi sms teman saya tadi.

Sebenarnya saya sudah malas dengan segala hal tentang keramaian, bunyi bising kendaraan mesin dan sejenisnya itu. Saya berharap, ada tempat sunyi malam itu. Setidaknya orang tak akan pernah berbicara jika itu tak penting. Bagi saya kesunyian itu sebagian dari hal itu. Tapi sungguh saya terkesan oleh sms teman saya tadi yang bernada ada nostalgianya. Tanpa berpikir panjang saya pun meng-iyakan ajakan teman saya tadi.

“Oyi. Saya akan menghadiri undanganmu bung. Kita ngopi sampai pahit, dan teler”. Balas sms saya.

Saya pun bergegas untuk berangkat ke Jember, tepatnya ke kontrakan untuk menghadiri undangan teman via sms tadi. Disela-sela kegemaran saya ngopi. Saya selalu hadir jika ada seorang teman yang sudi mengajak berbagi secangkir kopi pahit.

Memang betul. Akhirnya keinginan kami kesampaian untuk bernostalgia di warung kopi pojok pasar tanjung. Kenostalgiaan itu semakin lengkap, karena pada malam pergantian tahun itu pula hujan turun. Hampir mirip persis saat pergantian tahun yang lalu. Ribuan orang berjalan disepanjang jalan. tak megenal usia, dari yang muda sampai pula yang tua. Ada yang berjalan kaki, ada yang berkendara motor. Petugas Polisi berjaga-jaga di pos-pos yang telah disediakan. Mengatur lalu lintas yang kadang memang tak beraturan.
Bunyi bisingnya motor selalu terdengar. Hal itu sudah menjadi kewajaran. Saya duduk dibangku warung kopi pojok saat itu. Segerombol pengendara motor menarik gasnya dengan kencang. Barangkali mereka lupa, bahwa uang yang di pergunakan membeli bahan bakar hasil dari pemberian orang tua. Alamak.

Ada ramalan bahwa tahun 2012 ini merupakan tahun yang terakhir. Jika ramalan itu benar, ya malam itu tak ada nostalgia lagi di warung kopi pojok ditahun baru yang akan datang. Jika tidak, maka saya akan bernostalgia lagi. Berharap, tahun depan lebih banyak kawan.
Pesta kembang api telah dimulai. Langit bertambah indah dengan hamburan kempang api yang membungmung di langit. Tahun 2012 telah tiba, selamat tinggal 2011. Yang buruk dan baik pun telah saya lalui. Ada yang mengingat, bahwa manusia melakukan hal-hal buruk demi keberlangsungan hidupnya. itu tak dapat saya pungkiri.

“ngantuk, ayo pulang ke kontrakan bung”. Ajak teman waktu itu.
“Ayo, tahun baru yang akan datang kita bernostalgia lagi ya”. Sahut saya, sambil membayar kopi.

Selalu ada harapan untuk hal-hal yang kita cintai. Selamat tahun baru bung. ! Tahun depan –jika masih ada kesempatan, kita bernostalgia lagi.

Iklan

6 responses to “Malam Pergantian Alaf

  1. Nikmatnya merayakan tahun baru di warung kopi.
    Sambil ditemani teman-teman dan segelas kopi pahit.
    Artistik sekali bagiku 😀
    Suree..

    Happy New Year, Brother 🙂

  2. Oh ya, Putri juga beli rumah baru loh. Di
    putriejrs.com. Berkunjung yaa

  3. Waah … kalau saya tahun baru sama aja seperti hari2 biasa …
    Yah, setidaknya ada semacam introspeksi diri ya mas … ?
    (krn itu lebih penting dari pergantian tahun)
    ^__^

  4. Saleum,
    Ngopi di malam pergantian, pasti seru banget sob, tapi gak sampe teler kan ngopi nya?

  5. wah malam pergantian tahun saya drs mas alias di rumah saja ,lagi mau beli ke alfarmat di depan komplek kami tinggal ternyata kok macet total tak bergerak . Jalan alternatif di dalam komplek kami tumben macet total tak bergerak .ini sejarah tahun lalu macet tapi masih bisa jalan kali ini macet tak bergerak

  6. hebat yaa, ngopi aja bisa bikin teler.. hahahaha 😛

    kalo saya kemaren mah, kumpul dengan keluarga plus sahbaat2 tercinta aja untuk menikmati malam pergantian tahun..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s