Monthly Archives: Januari 2012

Mimpi Pada Sebuah Surat


-Sebuah fiksi

Aku tak percaya, jika akhirnya kamu dan aku dipertemukan di kota ini. Barangkali kamu tak akan pernah tahu, bahwa dahulu –dahulu sekali, aku mengagumimu. Sepanjang malam, menjelang lelap yang tak lama, pada posisi rebahan aku tak pernah selesai merapalkan do’a. Tentu do’a  itu tentang bagaimana aku dapat menjumpaimu dalam mimpi. Hal itu tak jarang aku lakukan, dan tak sering pula kesampaian. Aku selalu menuliskan cerita jika ketika aku bermimpi tentangmu. Indah sekali.

Separuh windu sudah kita tak pernah bertemu. Aku tahu kamu tak merasakan seperti apa yang aku rasakan. Tak pernah mengalami seperti apa yang aku alami. Perasaan ini terjadi begitu saja. Dan perasaan tak gampang dialihkan. Semenjak kamu hijrah ke kota karena sebuah titah, aku hanya berharap, ditempat seperti apapun kamu berada, kamu tetap baik-baik saja. Bahkan, setelah sekian lama tak pernah aku melihatmu lagi, aku berpikir bahwa kita akan dipersatukan di dunia yang lain. Barangkali setelah kematian. Baca lebih lanjut

Iklan

Suatu Saat


Suatu saat saya ingin pergi ke Spanyol. Menonton laga Elclasico Barcelona Vs Real Madrid. Setelahnya itu saya akan keliling, dan menulis apa yang saya lihat.

Sebelum hal itu terjadi. Seharusnya saya tahu, bahwa perjalanan panjang ialah melelahkan. Dilain sisi juga mengasyikkan. Jangankan ke Spanyol cita-cita saya untuk pergi ke Jogjakarta saja belum pernah kesampaian. Saya mempunyai satu cita untuk jalan-jalan lalu menuliskan apa yang saya lihat. Entah kapan hal itu akan terwujud. Tapi saya yakin. Suatu saat keinginan saya akan tercapai. Dan saya dapat menuliskan sesuatu atas jalan-jalan saya tadi. Konon, di Jogja ada candi Borobudur, banyak buku, dan seniman-seniman ternama. Belum lagi soal budaya membaca dan menulisnya. Wah, sangat menyenangkan jikalau bisa bertatap muka dengan mereka-mereka. Tapi kapan ya?

Jika diberi kesempatan. Saya akan naik bus, atau kereta api. Saya akan memulai mencatat dari saya masuk pintu peron atau sebuah pintu gerbong kereta api kelas ekonomi. Saya akan menceritakan apa yang saya lihat di sepanjang jejalanan. Saya merindukan hal itu. Dan akan ada harapan untuk hal-hal yang kita rindukan. Tapi rupanya semua itu akan sia-sia saja. Kenapa tidak. Jika saya hanya omong kosong tanpa upaya untuk berjalan setapak menuju apa yang saya citakan bukankah itu hanya omong kosong. Baca lebih lanjut

Malam Pergantian Alaf


_Seharusnya catatan ini saya posting sekitar dua minggu yang lalu.

Pagi itu saya kedapatan SMS dari salah seorang teman di Jember. Teman saya tadi bertanya tentang kapan akan datang ke Jember dan merayakan malam pergantian tahun. Saya yang pada waktu pagi itu pula kebetulan sedang ada di rumah. Habis pulang dari jalan-jalan menghabiskan pikiran yang buntu.

“Ketemu di warung kopi pojok pasar tanjung. Kita bernostalgia bung, mengingat 1 tahun yang lalu” bunyi sms teman saya tadi.

Sebenarnya saya sudah malas dengan segala hal tentang keramaian, bunyi bising kendaraan mesin dan sejenisnya itu. Saya berharap, ada tempat sunyi malam itu. Setidaknya orang tak akan pernah berbicara jika itu tak penting. Bagi saya kesunyian itu sebagian dari hal itu. Tapi sungguh saya terkesan oleh sms teman saya tadi yang bernada ada nostalgianya. Tanpa berpikir panjang saya pun meng-iyakan ajakan teman saya tadi. Baca lebih lanjut

Desa


Kamis 12 Januari 2012 kemarin saya pulang kerumah. Adik saya sedang sakit. Saya sebenarnya tidak tahu, kalau adik saya rupanya sedang sakit. Kepulangan saya hanya kebetulan saja. Waktu itu sangat masih pagi. Saya mengendarai sepeda motor dari Jember menuju Kecamatan Gumukmas. Dusun Jatiagung tepatnya saya pernah dilahirkan. Rumah saya juga berada disitu.

“Oh, untung kamu pulang. Adikmu sedang sakit, nanti malam ibu mau kepondok menghadiri acara khoul. Kamu dirumah jaga adikmu ya”. Kata Ibu menyambut kepulangan saya.

Terlihat bapak yang sedang duduk sambil meminum secangkir kopi. Saya mendekatinya hendak akan bersalaman dan mencium tangannya. Kebiasaan Bapak selalu tak terlewatkan. Baca lebih lanjut

Blog


Saya memang tidak ingat betul kapan saya membuat sebuah blog. Yang masih saya ingat ialah saat saya membuat blog di blogger. Mulanya blog saya buat untuk sekedar curhat-curhat. Semua tahu, bahwa penderitaan tak dapat ditanggung sendirian. Setidaknya pada sebuah blog pulalah saya bergumam. Baca lebih lanjut