Ngenet


Sudah tiga hari saya menghabiskan waktu di desa saya. Keadaan cukup banyak berubah, setidaknya sudah tidak lagi seperti waktu saya kecil dahulu. Para penghuni desapun banyak yang tidak saya kenali. Terlebih remaja desanya. Entah berapa lama saya jarang pulang kerumah, meskipun pulang paling-paling Cuma 1 atau 2 hari saja. Itupun jarang. Jika saya pulang, saya tidak keluar kemana-mana. Diam dikamar, laptopan, membaca buku, kadang cuma tiduran. Bahkan tetangga sebelah menganggap saya sudah agak gila dan kurang pergaulan. Bahkan, buruknya. Ada tetangga yang mengira saya telah terseret aliran sesat. Aaaiih.

Internet. Di desa saya belum cukup banyak orang mengenal kata yang satu ini. Jangankan cara fungsinya, kata-kata internetpun mereka tak cukup akrab. Jika akses ponsel saja nyaman kenapa internet sangat susah dicari. Saya yang tiap harinya berselancar didunia internet harus bekerja susah mencari yang namanya warnet. Jika ada, itupun harus saya tempuh dengan jarak 6 atau 7 kg. Maklum rumah saya sangat pelosok. Saat saya berada di Jember, tak kehabisan tempat jika hanya untuk ngenet, di desa saya, lain ceritanya. Sebaliknya. Masyarakat sekitar cukup asing dengan yang nama internet.
“Warnet adanya dikecamatan sana. Kalau disekitar sini ya gak ada”. Kata paman saya.
|”Lagian, buat apa juga warnet disini”. Imbuh paman.

Benar apa yang pernah dikatakan oleh bapak saya. Bahwa hidup ini dinamis. Selalu berkembang, maju dan tak diam. Kita tidak bisa antipati buta terhadap perkembangan zaman. Inilah hidup.

Yah, saya hanya mengkhayal. Suatu saat saya membuka warnet di desa saya lalu ramai pengunjung dan buruknya banyak yang ngutang.

Iklan

10 responses to “Ngenet

  1. Aiiih … nasib orang kota yang ke desa ya, dikira terpengaruh aliran sesat … ck ck ck … kira2 yg di pikiran orang itu, aliran sesaat apaan ya yang lap topan? ^__^
    Salam kenal kembali ya … 🙂

  2. di desa mana tuh gan?

  3. Nasib amat, mau ngenet aja harus susah ya. Pasti jauh itu kecamatannya.
    😦

    Selamat tahun baruu 🙂

  4. Semoga ada salah satu provider yang membantu mengatasi masalah ini.. 😛

  5. “Suatu saat saya membuka warnet di desa saya lalu ramai pengunjung dan buruknya banyak yang ngutang”.. hahahahha kalimat terakhirmu sukses membuat saya tertawa sob 😆

    makanya dideketin temen2 sebaya di desamu, ajarin mereka FBan, twitter-an, atau ngeblog aja sekalian, biar mereka kecanduan ngenet juga, dan akhirnya kalo kamu buka warnet kan gk ada yang ngutang tuh.. hehe

  6. Saleum,
    Lanjut gan, saya cuma bisa bantu dengan doa agar suatu hari nanti Warnet nya sukses dikampung.
    saleum dmilano

  7. semangat!!!
    ohya, makasih ya setuju saling follow 🙂

  8. orang sesat.
    hahaaa
    aneh juga … 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s