Sunyi


-Semua tahu, bahwa penderitaan sulit ditanggung sendirian.

Ku rasa kau tahu. Kita terlampau nyinyir berbicara soal-soal yang bulat. Bukankah di antara kita tak pernah akan berseteru. Jika gelar itu tak penting, kenapa terus di buru. “Ilmu di ajarkan sebagai pembebasan atau penindasan”. Ucap Rendra dalam salah satu sajaknya.

Ku rasa kau tahu. Pagi itu kita terburu buru untuk pergi kesebuah tempat kesukaan kita. “Bukankah pada pagi kita selalu gagal membilas tubuh”. Gemingku pagi itu. Hidup kadang soal keras perasaan. Kita tahu itu. Entah mereka. Padamu aku kadang mengadu. Setidaknya berbisik, ditengah rintik airair hujan yang pilu.

Ku rasa kau tahu. Kamar ini mulai terasa pengap. Pengap sekali. Aku rasa kau tahu, betapa pentingnya sebuah ketabahan. Ada sebuah kejanggal setelah kita samasama dilahirkan. Setidaknya pertanyaan. Apa arti kehidupan ini?
Barangkali nasib yang baik tak pernah dilahirkan. Atau dilahirkan lalu mati muda. Begitu Gie pernah berkata.

Ku rasa kau tahu. Betapa rindunya aku untuk hal yang kecil tapi terus berbenah. Bukan besar tapi boooooobrrooookkkkkkk. Warna yang “kadung” menancap di punggung tak akan pernah diketahui. Mereka anggap itu wajarwajar saja.

Ku rasa kau tahu. Bukankah orang baik bukan berasal dari negeri mana ia dilahirkan, berbendera apa jidat orang itu, beragama apa ia berpeluk. Toh, akhirnya kita manusia.

Ku rasa kau tahu. Bagaimana bisa kau suruh aku hanya duduk khusuk dan merapalkan do’a. Sedangkan luapan lumpur lapindo terus saja menganga, memangsa saudara kita pula. Kenapa  kita terus tersenyum melihat kuasa-harta keluarga Bakrie yang kian “tengik” memangsa negeri ini. Dan kita justru sibuk ngurusi ideology, sibuk memaknai agama dan mengamati mulusnya paha para wanita. Kemana sahabat, kemana kawan, kemana bungbung, kemana rekanrekan, kemana tuantuan, kemana pahlawan, kemana para bajingan dan kemana pula Ayu ting-ting harus berpulang. Jika kesemua “alamat-nya” dipalsukan.

Terlampau banyak yang kepintaran dan terlampau banyak pula yang tak paham. Kau dan aku diam. Lusuh tersiram air hujan.

T.B –Bukan Tegal Besar-, Tanpa Waktu.
Iklan

One response to “Sunyi

  1. Oya, kenapa blognya bernama CATATAT BUSUK?
    Nanti malah dijaui orang lho …. :))

    Kalo namanya CATATAN HARUM kan lebih menarik orang datang dari segi aroma ^__^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s