Punk In Love. Bagaimana Saat Tertindas Keadaan


Diawali dengan bunyian musik berjudul “Angggur Merah”, betapa saya terkejut jika sedikit mengingat judul filmnya “Punk In Love”. Punk yang saya ketahui ialah sebuah identitas anak yang hidup di jalanan. Tak hanya itu, kehidupan punk ada didalam jiwa. Barangkali begitu sepengatahuan saya (maaf jika anda berbeda). Setidaknya awalan musik tadi telah memutar balikkan pengetahuan saya tentang kehidupan anak punk. Yang rock’ n roll itu.

Sebagaimana yang saya tahu. Setidaknya saya pernah melihat bahwa kehidupan seorang punk yang berpenampilan serampangan dan menepikan nasibnya di jejalanan. Hidupnya selalu ngumpul. Persahabatan menjadi motto hidup mereka. Ialah Arok (Vino G. Bastian) yang hendak berangkat ke kota Jakarta dengan tujuan menggapai cintanya. Arok tak seorang diri. Ia dibarengi oleh tiga sahabatnya yakni; Mojo (Yogi Finanda), Yoji (Andika Pratama) dan Almira (Aulia Sarah). Hidup penuh dengan kebersamaan membuat mereka terasa nyaman. Meskipun hal itu –barangkali- tak mereka kehendaki. Arok yang frustasi karena akan ditinggal menikah oleh Maia (Girindra Kara) sempat melakukan aksi percobaan bunuh diri. Dengan tingkah laku konyol menaiki gedung departemen agama yang ada di kota Malang.

Film yang di sutradarai oleh Ody C. Harahap ini juga mempertontonkan cerita lelucon. Setidaknya hal itu mambuat saya tertawa. Saat sebagaimana adegan buang air besar didalam sebuah bus yang sedang melaju kencang. Film yang beralur perjalanan ini juga menggambarkan sebuah persahabatan. Empat pemuda-pemudi yang meringsek maju untuk menuju Jakarta, dengan menempuh perjalanan yang sangat menarik. Melalui rute-rute yang salah alamat. Jalan menuju kota Jakarta tak semudah yang mereka bayangkan. Belum lagi bekal mereka sangat pas-pasan. Selama didalam perjalanan mereka harus dihadapkan dengan rintangan demi rintangan. Kawan dan teman saling datang dan pergi begitu saja.

Pada film ini pula terdapat sikap persaudaraan yang hebat. Adalah Mojo, yang dalam perjalanan harus terluka di bagian kaki. Dapat kita tengok pula, pada adegan Arok, dan Yoji saat memanggul Mojo untuk melewati sebuah genangan air yang cukup tinggi. Dalam keadaan apapun mereka masih berusaha tetap bersama. Dalam keadaan tak sehat, Arok, Yoji dan Almira tak sudi untuk meninggalkan Mojo. Kesemua-muanya enggan dipisahkan oleh keadaan apaapun.

Kisah mengejar cinta ke Jakarta yang di alami oleh Arok adalah salah satu alur dalam film. Barangkali benar dengan apa yang di ucapkan oleh emak si Mojo dalam adegan film yang berkata “Kejarlah cintamu sampai kenegeri cina”. Berupa penyelewengan dari kata-kata pepatah. Seberapa kuat sesungguhnya tertindas oleh keadaan. “Punk In Love”, film serba terbentur oleh keadaan.

Selamat menengok.!

Iklan

8 responses to “Punk In Love. Bagaimana Saat Tertindas Keadaan

  1. kejarlah cintamu sampai negeri cina.. ulasan film yang menarik mas…

  2. sip! coy,,, aku yo tau ndelok ping okekeh malahan….

  3. xixixiixi terlalu singkat 😛
    stidaknya kamu sudah bs mngulasnya,dibanding saya yg hanya bs mnonton saja 🙂

  4. saya belum nonton film ini hihihiii menarik kayanya 😀 cari aaaah.

  5. di warnet sebenare ada tuh film ini, tapi kok saya enggak begitu mencermati ya? apa karena saya bukan penikmat film sejati?

  6. Makasih semuanya. Sudah sudi nengok. hehehee

  7. HUH film ini seru bnget dan banyak yang kita dapat pelajari dari berbagai persahabatan

  8. love you vini g bastian
    w pngn ktenu ama lue

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s