Bidadari "(Kenapa Harus)" Jakarta


“Seberapakuat para pendatang mampu bertahan di sebuah kota bernama Jakarta?”
            Sontak pertanyaan itu yang mendadakmenyapa dalam benak pikiran saya. Tentu (barangkali) semua memahami kondisiriuhnya kota metropolitan ibukota Jakarta. Pada tontonan film “Bidadari Jakarta”yang di sutradarai oleh Nanang Istiabudi ini mempertunjukkan gelagat seoranggadis Kalimantan yang mencoba mengadu nasib di kota jejal bernama Jakarta. Jelasniatan berangkat dari tanah kelahiran ingin menjadi orang sukses. Berharapketenaran dapat melekat pada status sosial yang tentu dalam dewasa kini kianmarak di harapkan oleh –barangkali- semua orang.
            Nasib Ulin (Poppy Bunga) bertolakbelakang dengan apa yang ia harapkan. Cita-citanya untuk menjadi penyanyiruntuh di tangan seorang pencari bakat gadungan. Ulin tertipu dan di jualkepada salah seorang bos sebuah night club yang berkedok produser rekaman.Tentunya semua paham, di tempat itu pulalah Ulin dipaksa melacurkan dirinya.Jalan yang ia tempuh di sepanjang perantauannya. Tak jarang Ulin menjadiseorang wanita malam paggilan.
            Sampai pada suatu hari, saat Ulinmelarikan diri dari cengkraman laki-laki hidung belang yang akan memerkosanyadi sebuah gudang, mendadak dalam pelariannya Ulin berjumpa dengan Bert (KeithFoo), yang ketika itu sedang mengendarai mobil. Seorang eksekutif muda,  tampan pula. Mula-mula tumbuhlah benih cintadi antara mereka berdua. Meski mau tak mau, mereka berdua berlatar belakangberbeda. Film yang berdurasi 1 jam lebih ini juga mempertontonkan keadaananak-anak diusia dini yang sedang mengais rezki di sebuah lampu yang sedang memerah.Jelas keterbelakangan status sosial yang terdapat di kota Jakarta tak dapatdipisahkan. Masyarakat yang bercorak, dan datang dari semua penjuru. Kekerasan,narkoba, kemiskinan dan keterbelakangan bercampur. Seolah menjadi penghiasibukota suatu Negara bernama Jakarta. 
            Kehidupan Ulin secara perlahan berubah. Semenjak ia mengenal Bert. Bert yang di perankan oleh Keith Foo ialahseorang pengusaha sukses yang mempunyai niat untuk mendirikan semacam sanggarbelajar untuk anak-anak terlantar. Yang sejatinya, jarang diketemukan dalamkehidupan kota besar. Apalagi kota Jakarta, kota yang terkenal denganpersaingan yang keras. Dan identik dengan “Siapa yang kuat,ialah yang menang”. Dalamkehidupan Ulin yang berubah semenjak dekat dengan Bert, ia mula-mula inginmenyudahi pekerjaan menjadi wanita penghibur. Sesungguhnya, ia hanya frustasi. Tertindasoleh keadaan. 
            Berlalu begitu saja. Ulin menikahdengan Bert. Dan berangkat dari pengalaman hidupnya pulalah Ulin berniat inginmendedikasikan pengalaman kepada kaum muda. Bahwa, dengan tekad yang kuatsemua pasti dapat diraih. Dan kenapa harus Jakarta. Kota ibukota yang jejal danpanas itu.!
            Selamat menengok.!

**Gambar hasil unduh dari google

Iklan

9 responses to “Bidadari "(Kenapa Harus)" Jakarta

  1. memang ada ya film ini? aku kok baru dengar, padahal suka sekali film, lho.. hehehe…

  2. jalan ceritanya bagus, cuma buat poster teatrikalnya kurang. mustinya yang bikin bisa buat lebih bagus lagi.

  3. Selamat menengok semua ya.hehehehe

  4. mau menengok kemana? 21 di Johar plaza dah tutup.. bioskop dan misbar di kampung dah buyar hehe

  5. wahh..merantau dari Kalimantan ke Jakarta??..
    kebalikannya dengan saya dong mas..saya mah dari Jakarta ke Kalimantan..
    ada yah filmnya?..hmm udah beredar belum ya di Bioskop…

  6. salamkenal dulu..

    saya setuju sama komennya Audrey..
    visual diam dari sebuah film bisa menambah daya tarik untuk orang. karena masih buta soal film tersebut.
    sama kayak tampilan blog. kalo menarik pasti orang juga “tertarik” membaca isinya.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s