September – Oktober, yang Tak Nyambung


Barangkali saya terlaluke-pede-an. Tersengat semangat yang susah saya tahan. Malam itu sedangberkumpul di kontrakan, ada  tiga kawan, empatdengan saya. Imam Efendi, Viky Ari Pradana dan Rizal Fariz. Ketiganya adalahkeluarga besar Lpm Mitra, termasuk saya juga. Tak sengaja, tiba-tiba salahseorang dari mereka mendadak ingin menuliskan kalimat “selamat hari jadi” didinding facebook Lpm Mitra. Orang itu Viky, salah satu dari sedikit anggotamagang yang masih sudi bertahan. Tiba-tiba saja saya menjingkat. Saya harusmenulis malam ini juga. Setidaknya bergeming, untuk sebuah hari kelahiran LpmMitra. Masak saya harus teriak-teriak, saat Mitra sedang memperingati harijadi. Ah, nulis sajalah. Toh, di lembaga ini pula saya belajar menulis. 
            Pikiranbuntu. Jangan ditiru. Entahlah saya akan menulis seperti apa. Jarum jam dindingmenunjuk kearah tepat pada angka 01.30, untuk wilayah saya dan sekitarnya. Padahalwaktu itu jam dinding kontrakan sedang mati. Tak ada inspirasi, untuk menuliskansesuatu. Kekurangan bahan, atau sebut saja melarat referensi. Lantas saya mengajakRizal Faris ke warnet, sekedar untuk mencari refrensi tentang hari-hari yangbersejarah. 
            Dengansemangat yang membabi buta. Saya tak kenal dingin, apalagi petangnya dini hari,sungguh saya tak mengenal itu. Saya sudah terlanjur berani pada malam. Saya danRizal pun lalu pergi ke warnet. Di dekat kontrakan warnet sudah tutup. Terpaksaharus pergi ke daerah Talangsari. Sungguh tengik saya ini. Betapa tidak. Tanpasadar, saya nyelonong saja menuliskan sebuah tulisan yang gak nyambung. Tulisanyang saya peruntukkan Lpm Mitra karena sedang memperingati hari lahir, sungguhtak nyambung. Lpm Mitra yang sejatinya memperingati hari lahir pada tanggal 18September dengan kenyelonongan saya, tanpa kesadaran malah saya mempersembahkantulisan yang subtansinya mengarah pada tanggal 18 Oktober. Betul-betul sebuahkecerobohan.
            Denganpenuh ke-pede-an, meskipun hanya lelap dengan durasi waktu yang pendek, sayausahakan bangun agak pagi. Pinjam laptop, untuk menulis, dan sedikit meng-edittulisan yang sedari tadi malam saya coretkan di kertas buku kecil saya. Lalu taklupa, tepatnya selalu ingat. Mempublikasikannya ke beberapa sesama kawan yang ada diLpm Mitra. 
            Tentusaja persembahan saya tak jelas. Gak nyambung dan sejenisnya. Tapi tetap, saya simpan.Dan saya buang ke tempat sampah yang bernama catatanbusuk. Saya tidak sadar. Lebihtepatnya tak ingat, bahwa saat saya menulis untuk Lpm Mitra, hanya sekedaringin mengucapkan “selamat hari lahir” masih bulan September. Dengan penuhsemangat saya menulis, dan saya berikan sebuah judul “Di Bulan Oktober, Adayang Selalu Mengingat”. Sekali lagi saya dalam keadaan tak sadar, bahwasesungguhnya Lpm Mitra memperingati hari jadi pada setiap tanggal 18 September.Bagi saya, meski tak nyambung, setidaknya ada yang saya lakukan. Dan memangharus saya lakukan. Saya hanya hanya bisa menulis. Bagaimana dengan anda.Khususnya yang ngakunya pernah dan atau sedang berproses di Lpm Mitra. Bah.!

****
Sebuah Catatan Anak Hilang. Yanggak nyambung. (Ini catatan busuk yang saya maksud)
Di bulanOktober seperti ini. Di lain musim dingin yang menggigil, saya tak tahu harusberbuat apa. Lantas, terlampau banyak pikirpun hanya berdampak pada semakindedelnya otak saja. Mengingat kita sudah keseringan gagal dalam wilayahmentalitas atau barangkali buta realitas. Dan menyudahinya pada wilayahmenggagas. Lalu ambil pena. Tentu saja saya ingin menulis malam ini. “Selamathari jadi Lpm Mitra”. Sesingkat itukah kamu kedatangan sebuah hari yang bernamahari kelahiran? Ah, saya merasa masih belum cukup lama, saat di mana beberapawaktu lalu kita memotong tumpeng atas rasa syukur di hari kelahiranmu. Sayasemakin harus mengakui, bahwa beberapa hal yang sulit dalam hidup ialah melawanlupa. Dan waktu ini begitu melaju cepatnya, barangkali kita semua akan terbunuholeh waktu itu sendiri.
           Di bulan Oktober seperti ini. Setidaknya ada saat yang tak pernah selesai untuksaya mengingatnya. Pada tanggal 18 Oktober 2011. Entahlah. Di sisi lain padatanggal 18 Oktober 1851 terdapat sebuah peristiwa di mana sebuah novel karyaHerman Melville yang berjudul Moby-Dick, pernah di terbitkan. Sebuah novel yangdi ambil dari julukan seekor ikan paus, yang menceritakan seorang tokoh yangbernama Ismael dalam berpetualang bersama pelayaran kapal demi memburu ikanpaus. Pada novel ini pula, banyak yang mengakui bahwa salah satu karya novelklasik dunia.
           Di bulan Oktober seperti ini. Barangkali rakyat Ajerbaijan berpesta pora,berdo’a memperingati atau sejinisnya. Mengingat pada tanggal 18 Oktober 1919tahun silam, negara Kaukus tersebut memerdekakan dirinya. Dalam kepekaaningatan saya yang lemah, saya masih dapat mengingat setidaknya tak lupa, bahwasebuah radio besutan Inggris (BBC) juga pernah di lahirkan di tanggal 18Oktober. Tepatnya pada tanggal 18 Oktober 1992.
           Di bulan Oktober seperti ini. Di mana saya sukar lelap. Sekali lagi, ada yangharus –setidaknya dapat- saya tuliskan “Selamat Hari Jadi”, barangkali serupakalimat tersebut. Dan saya pun harus terpaksa terbawa dalam sebuah nuansanostalgia pada tahun 2008 silam. Tentu saya paham, tepatnya memahami. Bahwa ditahun 2008 itulah saya belajar bersamamu. Ingin rasanya saya mencipta sebuahpuisi di malam seperti ini. Namun sungguh saya gagal terjegal soal mentalitasdiri. Malu pada Sapardi, Tarji dan juga Zaki. Setidaknya saya tak berhentibergeming. Tak pernah usai untuk bergeming.
           Dalam tradisi kita bukankah tak pernah mengulang-ngulah sebuah hari kelahiran.Entahlah. Barangkali sudah selayaknya kita meniru pada tumbuhan padi. “SemakinBerisi kian menunduk”. Refleksi diri, setidaknya memahami apa arti sebuah lembagaini. Bukankah pada setiap hari kelahiran selalu menyisakan sebuah kesaksian.Buruk, dan baik bercampur seperti lumpur. Sudah seharusnya lembaga iniberbenah, barangkali bersolek.
           Saya dan kamu selayak sepasang kekasih yang berjalan di tepian sungai. Tentukamu paham saat kita berjalan di tepian sungai itu.  Saya masih belum lupasaat kita sedikit di cela oleh orang-orang di luar sana. Semua tahu, barangkalipaham kita sama-sama terlahir dalam keadaan telanjang. Primitif, purba dan sebangsanya.Barangkali juga ada yang pernah menghujat. Mengingat kita berdiri tegak didalam lingkungan kampus yang kecil, dan kampus klaim. Ah, bagi saya itu takpenting. Kiri belum pula seksi, kanan belum pula tampan.
           Terimakasih. Terimakasih atas kesemuanya. Di saat seperti ini, sesungguhnya adaingatan yang selalu melekat. “Kau telah mengajarkanku”. Apa yang telah kamuberikan, tak dapat saya balas seluruhnya. Dan di usiamu yang kesekian kalinyaini, saya masih saja mengingat. Setidaknya saya tak pernah selesai untukbelajar. Apalagi jika itu bukan menulis.
           Muhidin M Dahlan pernah menuliskan kalimat di salah satu karya novelnya. “MaafSaya Bukan Pembunuh”, barangkali begitu kalimat tersebut. 
18 September 2011
Iklan

7 responses to “September – Oktober, yang Tak Nyambung

  1. maap kok saya bingung ya,hehee

  2. semangat sekali sampai ke warnet malem2 hiihihi
    terus yang diperingati pd tgl 18 september itu hr apa aja?

  3. Saia serasa dtempeleng dg tulisan anda.hahahahaha apa saia sudah jd org yg terlampau mengendap dlm penyakit lupa??hahahaha tdk,saia hanya sdikit ingat saja ^_^ah jd org yg terlampau mengendap dlm penyakit lupa??hahahaha tdk,saia hanya sdikit ingat saja ^_^

  4. oktober sebentar lagi, mari kita tunggu tgl 18, akan ada perayaan apa, apakah pelepasan ular sawah dan burung unta, atau mgkin lebih ekstreme lagi 😛

  5. Terimakasih semua.

    Ini sebenarnya tulisan gak nyambung

  6. hehehe kok sama seperti saya. Kapan hari saya tulis semua catatan pembukuan warnet bulan Juli.. padahal waktu itu udah Agustus.. Jadinya bingung nih juragan sama saya pas cek ulang di akhir bulan hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s