Ngomel


                “Sayagagal. Saya gagal ketika suatu saat lembaran surat tanda lulus nguliah ini sayapergunakan hanya untuk melenggangkan kepangkatan ke jenjang yang lebih tinggi.Sebut saja itu kemapanan. Dan saya resah melihat surat tanda lulus hanyasebagai penunjang kemapanan”.
                Entah tertanggal kapan sayamenuliskan kalimat di atas. Jujur saya lupa. Yang jelas, kalimat tersebut sayatemukan di kertas putih di dalam tas kecil sayadalam keadaan terlipatberlipat-lipat dan lusuh. Saya mengakui, entah kenapa saya dengan sengajamenuliskan kalimat tersebut. Tapi apakah kita pernah berpikir bahwa tanda suratkelulusan masih saja umum dipergunakan untuk meraih sesuatu. Tentu sayaterlampau  basa-basi. Bahkan ketika adaseseorang membaca kalimat tersebut, barangkali saya akan di ludahi. Dan ataumungkin muak sampai mati terhadap si penulis ini.  
                Dalam lemahnya kepekaan sayauntuk mengingat, untung saya masih belum lupa, bahwa saya pernah menjadimahasiswa, meski belum lulus dan akan memastikan keluar. Tak ada niatan akan kemana,hanya untuk belajar saja. Tahun 2008 silam, saya di baptis menjadi status yangkonon agen perubahan tersebut. Dalam benak pikiran saya hanya kehedonisan yangada di dalam kehidupan mahasiswa. Maklum tubuh kurus kering ini berangkat daridesa yang terpencil. Tak tanggung tanggung saya mengambil jurusan keadilan. Awalnyasaya berharap, akan menjadi seorang pengadil yang seadil-adilnya. Namun cita-cita saya bukan hal itu. 
                Tahun berganti tahun. Apalagihari yang terus saja tanpa ampun melaju begitu cepatnya. Dengan keadaan warassaya mengikuti organisasi yang ada di kampus. Niatan saya hanya belajar, yanglain tak penting. Di tempat itu pulalah saya mengabdi. Belajar bersama dan lainsejenisnya. Sebelumnya saya tak sempat berpikir apa itu organisasi, apa itukuliah. Sekolah saja saya kagak becus. Namun sekali lagi itulah awal mula sayamenjadi mahasiswa, pada tahun 2008 yang lampau. Saya memang tergolong orangyang tak mau tau. Diskusi, demo, membela kaum yang lemah, saya tak mengenal dantak mau mengenal semacam itu. Dan sekali lagi, sekolah saja saya kagak becus.Tak becus.!
                Karena ajakan salah satusahabat, saya juga mengikuti sebuah organisasi kemahasiswaan. Tersesatlah sayadi sebuah Lembaga Pers Mahasiswa (LPM). Tentu saya heran. Namun suka tak suka,mau atau tak mau di LPM inilah saya menemukan hal yang baru. Kerjaan sayamemang hanya nyocros, baca buku, menulis, main games dan ngopi. Di LPM ini pulalahsaya terasa menemukan sesuatu. Tentu bukan hubungan pasangan. Karena sayamemang sulit mengeja seorang wanita. Niatan saya belajar, mengingat di sebuahLPM ada satu kesamaan nafsu yaitu menulis. Soal nulis, bukankah sejak kecilkita di ajarkan. Dan saya, menjadi pembohong. Karena saya suka mengarangcerita. Pembohong yang kreatif. Kata kawan.
                Bukan. Saya bukan hendakmembebaskan orang-orang yang tertindas. Saya tak ada jargon, sungguh takmempunyai jargon yang hebat seperti kebanyakan mahasiswa yang inginbercita-cita luhur membela kaum yang lemah. Saya hanya seorang bertubuh kurusdan penikmat kopi pahit, yang dulu menyempatkan hidup menghela nafas di jalan untukmenetapkan nasib. Sekarang sudah berlalu. Dan saya masih seperti itu.
                Saya juga tak habis pikir. Jikaseseorang yang katanya berproses di salah satu organisasi baca tulis ogah untukmembaca dan menulis. Dan saya mengaku, saya telah kesengsem dengan dunialiterasi. Selain saya penikmat kopi pahit, saya juga gemar bermain game disela-sela ketidak rampungnya pekerjaan sehari-hari. Tentu salah beberapa temansaya cukup berang terhadap kelakuan saya. Karena mereka lebih memilihberteriak-teriak revolusi. Revolusi mbahmu sempal kui. 
                Saya hanya bisa menulis. Sayamerasa sejuk jika dapat melakukan hal itu. Jika saya harus di hukum perihalkelakuan saya. Hukumlah saya untuk berduet di lini tengah bersama AchmadBustomi di setiap pertandingan timnas “merah putih”. Hehehe.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s