Komentar


            Pascakekalahan 0-2 timnas Indonesia dari tamunya Bahrain, saya mendadak malasmelakukan apa-apa. Mandi, terasa sudah tak segar lagi. Hanya secangkir kopipahit yang terasa nikmat di konsumsi. Entahlah, mengapa secara mendadak sayaberubah nafsu. Saya luapkan saja dengan mengumpat-umpat atas buruknyapenampilan anak asuh Wim Risjbergen tersebut. Belum lagi itu persoalanmeledaknya petasan di dalam stadion gelora Bung Karno. Yang lagi-lagi mencorengcitra persepakbolaan tanah air ini. Jujur saya geram. Geram atas ulah katroksupporter di malam itu. malam di mana timnas tertunduk lesu.
             Siapa yang tak merasa geram coba. Tampilsebagai tuan rumah, Bambang Pamungkas dkk seolah telah habis pikir. Malam itubagi saya Indonesia tak pantas untuk menang. Sepakbola bukan persoalanmenendang bola saja. Melainkan harus melahirkan sebuah keatraktifan permainan.Saya tak melihat, pada malam itu penampilan timnas menunjukkan sebuah permainanyang atraktif. Lini tengah tak dapat di kuasai. Pemain mudah begitu sajakehilangan bola. Bustomi gelandang energik tak dapat tampil maksimal malam itu.Begitu pula dengan permainan Boas. Akhirnya C.Gonzales tak sering mendapatsuplay bola dari lini tengah. 
            Sedarikekalahan timnas tersebutlah saya malas untuk mengerjakan sesuatu. Jujur sayaseorang pendukung timnas kalah atau menang. Namun, saya juga geram jikapenampilan timnas tidak mempunyai alur yang jelas. Srampangan dan asal tendingbola. Saya kecewa, sangat-sangat kecewa. Saya paham, timnas Indonesia memangtergolong tim terlemah. Namun jika kita melihat penampilan apik Firman Utinadkk saat perhelatan piala AFF 2010 kemarin, barangkali lawan akan ketar-ketir.Saat dimana timnas basih di besut oleh pelatih berkebangsaan Austria AlferdRiedl. Namun sayang, nasib Riedl di tendang oleh PSSI periode Djohar Arifin. Sesungguhnya,mau atau tidak komposisi pemain yang ada pada saat ini adalah warisan dariRiedl. Karena alasan bermasalah persoalan kontrak, Riedl harus hengkang darikursi kepelatihan. Tentu publik menilai hal tersebut keputusan yangkontrofersial. 
            Setidaknyamasih ada peluang untuk Indonesia lolos ke babak selanjutnya. Mengingatpertandingan masih juga akan di gelar. Dalam beberapa saat ini Wim harusmenemukan, setidaknya memunculkan permainan yang berkarakter terhadap permainantimnas Indonesia. Tak ada yang mustahil. Dan bola pun sedari saya belum dilahirkan sudah berbentuk bundar. Terus menunggu apa lagi. !
            Sejakitu pulalah –sejak timnas mengalami kekalahan- saya semakin malas untukmelakukan sesuatu. Namun, dalam tingkatan tertentu masih saja saya luangkanuntuk sekedar menulis. Setidaknya pada pagi ini pula, masih ada yang dapat sayaperbuat hal itu menulis meskipun terlampau sedikit. Selain menikmati secangkirkopi pahit di pagi yang penuh embun. Tentu dengan timnas, kalah atau menangsetidaknya pula mereka mempertontonkan permainan yang atraktif yang menghibur. Dansudah barangtentu, para pecinta sepakbola di seluruh tanah air merindukanpenampilan yang menawan dari Hamka Hamzah dkk. Bukan persoalan kalah danmenang.
             
Iklan

2 responses to “Komentar

  1. gosh.. :(* sedih juga ngeliat kenapa performa timnas jadi menurun seperti ini.. entah siapa yang mau disalahkan?
    kita rakyat indonesia berharap aja deh timnas bisa melakukan yang terbaik 😦

  2. Euis; Gak ada yang perlu di salahkan. tapi setidaknya ada yang sudi bertanggaung jawab. hehehee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s