Lagi-Lagi Bola


                Jika Negara Brazil terkenaldengan “Samba”nya, Argentina dengan “Tango”nya, Spanyol dengan “Matador”nyalalu sebutan  apakah yang pantas untuksebuah tim sepakbola negara bernama Indonesia. Tentu tak dapat di alingi bahwa sepakbola pada setiap negera memiliki cirikhas masing-masing. Barangkali cirri khas tersebut dengan begitu saja disematkan sebagai sebutan tim sepakbola (Negara) tersebut. Indonesia lebihsering di sebut dengan tim “garuda”, atau yang lain tim “merah putih”.Darimanakah sebutan tersebut di peroleh?
                Saya salah satu orang yangsepakat, bahwa setiap tim (Negara) dalam hal sepakbola haruslah tersematkanjulukan. Prancis dengan ‘ayam jantan’, Jerman dengan “tim panser” dan tim-timyang lainnya. Indonesia mempunyai sejarah panjang dalam persepakbolaan. Bahkantim yang berjuluk “Garuda” ini mengaku bahwa merekalah Negara pertama kali yangmewakili Asia dalam ajang piala dunia pada tahun 1938 waktu itu bertempat diPrancis, meski nama  Negara ini masihbernama Hindia-Belanda. 
                Tahun 2011 ini, Alferd Riedldatang sebagai tactician. Sejumlah pemain tua di buang begitu saja oleh pelatihberkebangsaan Austria tersebut. Ponaryo Astaman pun harus menjadi penontonsemenjak apiknya penampilan Ahcmad Bustomi bersama timnas garuda. Formasi danberbagai gaya permainan di rubah oleh Riedl. Tak pelak, timnas mampu tampilmenawan di sepanjang pertandingan Piala AFF 2010 kemarin, meski Firman dkk harusgagal juara karena kalah oleh tim Negara tetangga Malaysia. Saat Riedl hadirtimnas garuda mengalami perubahan yang sangat positif. Permainan berkarakterlahir. Alur permainan mendadak di pertontonkan oleh para punggawa timnasIndonesia. Meski pada saat itu pula PSSI yang di tengarai sebagai badantertinggi sepakbola tanah air mengalami kegaduhan yang amat serius. Belum lagipersoalan adanya liga tandingan macam LPI yang di gagas oleh bung ArifinPanigoro cs. 
                Pada tahun 2011 ini pulalahkekisruhan PSSI berakhir. Nurdin Halid harus lengser sebagai ketua umum. Karenadinilai gagal memimpin PSSI. Meskipun Nurdin telah lengser, kegaduhan takberhenti begitu saja menerpa persebakbolaaan tanah air –sebut saja PSSI-. Inidapat di lihat dari gagalnya kongres PSSI yang di warnai kisruh. Lahirnyakelompok 78 yang di cium sebagai kelompok tandingan. Hal ini memaksa badantertinggi sepakbola dunia (FIFA) ikut campur dalam kekisruhan tersebut. 
                Badaipun berlalu. PSSI punmembuka lembaran baru. Setidaknya itu terlihat setelah Bung Djohar Arifinterpilih sebagai ketua umum PSSI yang baru. Namun problem tak berhenti begitusaja menghampiri persepakbolaan tanah air. Pasca Djohar terpilih, tanpa tendengaling PSSI memecat Alferd Riedl dari jabatan pelatih timnas Indonesia denganalasan “masalah kontrak”. Bukan hanya Riedl, namun asisten pelatih pun PSSItendang keluar lapangan. Entah apa yang ada di benak pikiran PSSI saat itu.Yang mengambil langkah miring memecat pelatih di saat timnas akan tampil di PraPiala Dunia 2014 melawan Turkmenistan di babak ke empat. 
                Setelahnya, setelah PSSI eraDjohar menendang keluar lapangan Riedl PSSI mendatangkan pelatih asal NegaraBelanda yang bernama Wim Rijsbergen. Mantan pelatih PSM tersebut mengaku dikontrak PSSI selama dua tahun. Dengan tim dan materi pemain tinggalan Riedl,Wim mampu membawa timnas Indonesia memukul mundur Turkmenistan. Alhasil, timnaspun mampu maju ke babak ke tiga pada pra Piala Dunia 2014 zona Asia berada satugroup dengan tim-tim Negara teluk yakni Iran, Bahrain dan Qatar. Jelas semuamengakui bahwa langkah tim garuda sangat berat di babak ke empat ini. Lawan-lawantimnas di atas kertas memang  lebih bagusdi banding Bambang Pamungkas dkk. Hanya Bahrain yang mau tak mau dapat kitasetarakan dengan timnas Indonesia. Sedangkan Iran. Siapa yang tak kenal Iran.Tim kuat timur tengah tersebut. Terakhir timnas Indonesia bertemu Bahrain padababak penyisihan piala asia 2007, dan Indonesia mampu unggul tipis 2-1 untukkemenangan Firman Utina dkk. Namun semua pasti berharap. Dengan kemampuanseadanya dan visi-misi bermain, punggawa-punggawa timnas optimis mampu melewatisemua itu. 
                Wim Risjbergen datang pada saatPSSI sedang mengalami awalan yang baru. Wim harus mampu terlebih dahulumembentuk karakter tim. Karena itu penting, sebelum melangkah lebih jauh lagi.Nah, sudahkah timnas Indonesia memiliki karakter atau barangkali cirri khaspermainan yang menawan. Saya kira itu perlu di bentuk. Sebelum bermimpi disiang bolong tampil di kancah piala dunia.  
               
                Bravo timnas. !
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s