Penelope, Gadis Tabah Berhidung Seperti Babi.



            Siapa yang tak malu jika memiliki bagian tubuh yang berlainan dengan semesti manusia umumnya. Atau setidaknya rikuh dengan segala hal keadaan. Penelope yang diperankan oleh artis Christina Ricci gadis cantik berhidung seperti babi itu. Sebuah film genre garapan sutradara Mark Palansky mengundang sepercik komedi dan layak di hayati. Penelope terlahir dari keluarga berdarah biru. Ia harus menerima kutukan atas kelakuan kakeknya. Penelope di kutuk terlahir dengan berhidung seperti babi. Konon kutukan ini di lakukan oleh seorang ibu dari seorang gadis pembantu yang bekerja di keluarga besar Wilhern yang tak terima atas kematian anaknya. Dalam film ini pula di jelaskan bahwa kakek Penelope pernah menelantarkan seorang pembantu rumahnya setelah ia menghamilinya. Wanita yang bekerja sebagai pembantu itu pun kemudian bunuh diri dengan menjatuhkan tubuhnya ke dalam jurang di kedalaman. Konon hidung Penelope dapat kembali normal apabila ada seorang lelaki yang berdarah biru menikahinya. 

            Semasa kecil Penelope di besarkan hanya di dalam rumah. Hari-harinya di lalui dengan serba di dalam kamar miliknya. Keluarganya cukup malu mempunyai anak gadis seperti dia. Bahkan sempat pula anak gadisnya tersebut di kabarkan mati. Tak tau apa yang ada di benak sang ibu, yang harus malu menanggung atas lahirnya anak kandung sendiri. Puluhan tahun sudah Pelope hidup. Ia pun beranjak remaja yang dewasa. Keluarga pun berharap Penelope akan segera mengakhiri masa lajangnya. Keluarga berusaha mencari jodoh untuk Penelope. Tak lain perjodohan tersebut agar dapat mengembalikan hidung Penelope seperti ala kadarnya hidung manusia yang umum.  Akan tetapi usaha yang di lakukan oleh keluarga selalu berakhir pada kekecewaan, sebut saja pepesan kosong. Para pria selalu ketakutan dan lari tunggang langgang setelah melihat keadaan Penelope. Gadis yang berhidung seperti babi itu. 
            Lalu pada suatu hari, seorang lelaki yang mengaku Max Campion hadir dalam kisah perjodohan tersebut. Sebenarnya pria itu ialah Jhonny Marthin si tukang judi miskin. Kisah pertemanan pun lahir antara Max (samaran) dan Penelope. Jhonny Marthin  yang di perankan oleh James M. Avoy mendapat tugas dari Lemon seorang wartawan. Lemon menyuruh Max Campion (samaran) agar mengambil photo Penelope dengan upah 500 dollar, untuk berita halaman depan,. Tak ada yang mengetahui bahwa keluarga Wilhern mempunyai seorang keturunan yang aneh.  Penelope juga pernah di kabarkan mati oleh keluarganya. Ini bertujuan agar keluarga tak menanggung aib. Bahkan kejadian itu pun di pertontonkan, sampai penguburan mayat Penelope pun.
            Penelope tak betah selalu di kekang, di kurung dan di atur. Pada suatu hari ia berhasil kabur dari rumahnya. Penelope menemukan dunia baru, dunia yang tak pernah ia jumpai selama hidupnya. Bahkan Penelope pun canggung dan kebingungan saat melalukan transaksi sewa kamar hotel. Ini menunjukkan bagaimana Penelope buta dunia luar. Lemon seorang wartawan yang mempunyai dendam terhadap keluarga Penelope tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Wartawan itu tau bahwa Penelope kabur dari rumah. Dengan segala cara Lemon (di perankan oleh Peter Dinklage) mencari kabar keberadaan Penelope. 
            Tak banyak masyarakat tau jika Penelope seorang gadis yang berhidung seperti babi. Semenjak kabur dari rumah Penelope selalu menggunakan penutup kain di sekitar mulut dan hidungnya, menutup seperti ala seorang menggunakan cadar. Pada hari itu secara tak di sengaja tiba-tiba Penelope mendadak pingsan di salah satu bar. Kemudian ia di larikan di salah satu rumah sakit di sekitar kota. Sejak itu pulalah publik tau bahwa Penelope seorang gadis yang berhidung seperti babi. Sebenarnya hal itu yang selama ini tak di kehendaki oleh Penelope khususnya keluarganya. 
            Namun keadaan berlainan dengan rasa was-was yang di rasakan oleh keluarganya. Semenjak peristiwa itu pula Penelope semakin di kenal oleh banyak orang. Penelope senang. Ia tersenyum, dan hidup tanpa harus menerima cemooh orang lain. Atau bahkan ia tak sadar jika sesungguhnya ia hanya sebagai bahan tontonan khalayak ramai, mengingat ia mempunyai kelainan pada hidungnya. Kehidupan Penelope berubah drastis. Tak perlu ada yang di sembunyikan lagi saat ini. Keadaan yang bertolak belakang dari yang selama ia dan keluarganya pikirkan sejak lama.
            Ibu Penelope belum puas menerima keadaan yang cukup membahagiakan anakanya tersebut. Ibunya terus menerus mencarikan jodoh yang dapat mengembalikan hidung anaknya seperti wajarnya. Entah bagaimana sewajarnya itu. Bukankah sejak lahir anaknya telah berbentuk utuh dan begitu?. Barangkali semua terletak pada kepuasan atau ego. Penelope menerima keadaan yang itu di kenalkan sebagai sebuah kutukan. Kutukan keluarga Wilhern atas matinya pembantu yang pernah di campakkan. Penelope sejatinya sedih, mengapa harus ia yang meberima kutukan tersebut. Tapi Penelope legawa atas semua itu. Barangkali sudah takdir, takdir yang membuat semua itu terjadi.
            Adalah Edward Humprey Vandermann III yang di perankan oleh Simon Woods, lelaki berdarah biru yang secara pura-pura dan terpaksa ingin menikahi Penelope. Edward melakukan semua ini atas paksaan keluarganya, yang akan bercita-cita menguasai harta benda keluarga Wilhern. Perjodohan pun terjadi, waktu pernikahan pun sudah di tentukan. Awalnya Edward sudah menyatakan ketidak mauannya. Bahkan ia lari saat melihat keadaan Penelope yang berhidung seperti babi itu. Hal yang sudah terjadi pada laki-laki sebelumnya. 
            Hari pun jatuh tepat pada waktu pernikahan Penelope dan Edwarad. Jhonny Marthin yang mengaku sebagai Max Campion kecewa. Jhonny sebenarnya menaruh rasa lain terhadap Penelope. Jhonny tulus menaruh rasa terhadap Penelope. Namun semua harus terhadang oleh sebuah perjodohan.
            Tak dapat di sangka, pada waktu tepat di hari pernikahannya, Penelope secara mendadak membatalkan pernikahannya dengan Edward. Ia tak peduli lagi dengan apa itu kutukan. Penelope sudah bertekat bulat, bahwa ia ingin menjadi dirinya dengan apa adanya. Tentu dengan gadis cantik berhidung seperti babi. Waktu itu Penelope lari meninggalkan tempat di mana pernikahan di gelar. Ia berlari memasuki kamar. Pernikahan pun batal. Dan ia merenung sambil berteriak ingin menjadi dirinya apa adanya. Keajaiban pun datang, Penelope pingsan di dalam kamar tersebut. Entah, berapa lama Penelope tak mengetahuinya.  
            Di dalam kamar itu pulalah sebuah keajaiban lahir. Hidung seperti babi yang melekat di hidung Penelope tiba-tiba berubah. Ya, berubah seperti sewajarnya. Tepatnya sudah tak seperti babi lagi. Penelope bersikap masa bodoh terhadap kutukan. Bahkan ia mengambil resiko dengan membatalkan pernikahannya dengan lelaki berdarah biru. Yang sebagaimana dalam dongengnya lelaki berdarah birulah yang dapat mencabut kutukan di dalam hidupnya. Tetapi Penelope memilih ingin menjadi diri sendiri, meskipun harus hidup berhidung seperti babi. Atas tindakan atau keinginan Penelope itulah sejatinya kutukan berubah. Karena kutukan sejatinya hanya ada di dalam benak diri kita. Entah ia ada atau tidak. Pikiran lah yang menentukan.
            Penelope pun datang kepada Jhonny Marthin. Mereka berdua hidup bahagia bersama. Penelope membentuk suatu perkumpulan kecil bersama anak-anak usia dini. Ia berharap akan adanya rasa saling menghormati antar sesama, meskipun manusia tersebut mempunyai kelainan seperti dirinya. Hanya kadang manusia merasa tidak puas, malu atau menyiksa dirinya dengan menutup kehidupan dari segala-galanya. Sikap yang pernah ada pada keluarga Penelope. Penelope sebuah film genre itu, menceritakan kehidupan remaja yang ingin menjadi apa adanya. Bahwa masih ada yang selalu hadir dalam pelukan meskipun berbeda dengan remaja-remaja se wajarnya. Gadis cantik berhidung seperti babi, yang sejatinya ingin menunjukkan bahwa ia juga terlahir dari rahim manusia. Film yang saya kira layak di hayati, setidaknya menyemai mana yang perlu di cermati dan sudi disaling berbagi. Selamat menyaksikan.!

Nb: Catatan pilem ini juga di lemparkan di catatanbusuk.com

               
Iklan

15 responses to “Penelope, Gadis Tabah Berhidung Seperti Babi.

  1. Waaah, sip sinopsisnya. Lengkap. jadi penasaran.

    Iya, ternyata postingan kita senada.

  2. @Masbro; dari saya makasi telah menjenguk.hehehhe

  3. Wajib nonton nie……Film baru, kan??? #kuper

    ada gak sih di bioskop….

  4. @Pendar Bintang; baru atau tidaknya saya juga kurang begitu tau.Saya belum lihat, maka itu bisa yang terbaru. hehehehe

  5. Wah oarang jember ya mas,,,,,, wah jadi penasaran ama nih film,,,,

  6. @mbh jiwo; lapaknya mantab bang. Makasih telah sudi mampir

    @Arief Bayoe Sapoetra: iya salamkenal dari Jember mas

  7. walah dalah iki mau tibaknya pilem to Kang, soalnya ndak ngeliat gambar langsung nyelonong baca ceritanya.

    Jadi terhanyut, terkadang kita berusaha menutup-nutupi kekurangan diri yang sebenarnya justru harus dibanggakan. tapi sangat sedikit orang yang siap dengan keadaan

  8. @Djangan Pakies;iya kang ini sebuah pilem.Kadang seseorang dengan tersendirinya memilih tidak merdeka. Entahlah.!!

  9. wah boleh juga nich ceritanya,kapan-kapan nyari filmnya ah…
    btw salam kenal yach dan makasih dah mampir 🙂

  10. @ria haya. oyi sama-sama. Pilem yang bagus dan layak di tonton dan di hayati pula,hehehee

  11. wah review yg oke.. bisa buat acuan nyewa nih :3

  12. @pipi kucing; Makasih telah sudi membaca.hehehehe

  13. Yuhuuu…
    Aku udah pernah nonton ini.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s