Kretek


            “Kretek itu tidak ada di AS, tidak ada di Eropa, atau negeri-negeri lain. Hanya ada di sini, khas Indonesia.”
(Mark Hanusz, penulis buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia·s Clove Cigarettes).
Dunia tak butuh perokok, tapi dunia membutuhkan pengkretek. Hal yang banyak ditemui ialah banyaknya salah paham antara rokok dan kretek. Kebanyakan orang berpendapat bahwa rokok yang bernama kretek tidak bergabus atau apalah orang banyak menyebutnya. Tak dapat di ganggugugat kretek merupakan ciri khas dari bangsa Indonesia. Nah, dari sisi ini pulalah kita dapat membedakan apa itu kretek apa itu yang hanya sekedar rokok. Kretek khas bangsa Indonesia. Tak ada rokok di dunia mana pun yang melibatkan cengkeh terkecuali kretek. Setidaknya itu. 
Kretek memiliki sejarah panjang dalam tubuh bangsa Indonesia. Saya harus mengaku, larangan merokok cukup mencekik leher pengkretek. Seharusnya larangan untuk merokok tak harus digubris. Indonesia –sekali lagi saya katakan- merupakan bangsa yang tak bisa di pisahkan dari sejarah kebudayaan kretek. Entah kapan saya di perkenalkan dengan kretek. Saya pun merupakan seorang perokok aktif, bahkan sejak duduk di bangku kelas dasar saya sudah mengenal khas budaya bangsa Indonesia tersebut. Sejarah kretek sejauh ini dikenal diketemukan oleh Haji Djamari sekitar abad ke 19 lalu. Apa yang dikatakan oleh Mark Hanusz dalam bukunya “The Culture and heritage of Indonesia-s Clove Cigarettes”, membenarkan bahwa kretek lahir dalam diri kebudayaan bangsa Indonesia. Budaya asli. 
Mark Hanusz dalam bukunya juga menyebutkan pula bahwa kretek bukan rokok dan bukan pula crutu. Barangkali saya lebih tepat menyebutkan kretek ialah ciri khas dan budaya bangsa Indonesia. Jika kretek disinyalir dapat mengganggu kesehatan oleh kebanyakan ahli medis, tapi kenapa mereka lupa pula dalam memperhatikan makanan, minuman yang di datangkan dari luar Indonesia. Bahkan, saya tak dapat temui penelitian bahwa rokok kretek mengganggu kesehatan hidup. Barangkali saya salah satu orang yang sepakat bahwa kretek adalah kebudayaan kultur yang dimiliki segenap bangsa Indonesia. Pemaknaan haram rokok diplintirkan, karena kebudayaanlah yang haram untuk dicampuri tangan Negara atau sejenisnya.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s