Tragedi Hantu Tikus Hitam


“Bukankah kita masih sesama mahkluk, tapi mengapa kita akan terus berlanjut saling menghujat, melukai bahkan menghabisi. Sungguh aku tak habis pikir dengan kehidupan di alam ini’.

Malam itu sangat gerah. Air menetes dari tubuh menghujam kearah tanah. Barangkali akan turun hujan, atau sejenisnya. Malam itu berbeda sangat dengan malam-malam sebelumnya, di ruangan tamu pun terasa amat pengap, walaupun jendela-jendela pun menganga.

“apa kau merasa gerah jua”. Ucap ku pada kawan di sebelah.
“Aku hanya merasa pengap, pertanda ini akan turun hujan dari langit”. Cetusnya

Saat seperti ini aku selalu teringat sekitar 11 tahun yang lalu. Saat hujan turun dan para orang-orang membawa senjata berjaga-jaga di rumahnya. Pernah ada gerakan besar di tanah kebencian ini. Saat dimana ketakutan terus menerus terbayang, jika saat hujan di malam senja. Tikus hitam, tikus yang kejam. Dulu, dulu sekali sering orang menyebut hantu tikus hitam. Hantu tikus hitam itu datang membawa senjata lengkap kapan saja, menggigit bahkan dengan kejam membunuh orang yang tak bersalah. Kejam, sangat kejam. Banyak orang ketakutan, mengungsi dan bahkan sukar lelap. Kabar tewasnya seseorang itu selalu terbayang, sungguh tak ada keprimanusiaan. Entah, atas dasar apa itu dapat terjadi.

Nunun, duduk di kursi di teras rumah pagi itu. Terlihat ia gelisah. Bapaknya hilang, entah kemana. Sudah satu minggu tak pulang, kabar tentang bapaknya pun tak kunjung datang. Barangkali Nunun yang pagi itu sedang gelisah sedang memikirkan keberadaan bapaknya. Kabarnya bapak nunun sedang di sekap oleh gerombolan yang meresahkan, gerombolan yang orang sering menyebut hantu tikus hitam. Tak dapat aku simpulkan, betapa cemasnya Nunun yang sudah tak mendengar kabar bapaknya. Kasihan, sungguh kasihan anak seusia Nunun sudah harus mengalami keadaan yang mengguncang jiwanya. Orang-orang hanya mampu berjaga-jaga, saling curiga dan was-was. Sebelas tahun silam memang tahun yang penuh catatan kelam, saat sesama manusia saling curiga mencurigai, melukai, bahkan menghabisi.

Sekitar sebelas tahun silam, peristiwa hantu tikus malam itu meresahkan. Entah ini apa tujuannya. Meresahkan, hal itu sudah barangtentu jelas. Tapi kenapa jika masih sesama saling melukai. Dendamkah, bencikah atau barangkali yang lain. Barangkali demi kepentingan kelompok tertentu. Sungguh picik, jika hal itu sampai terjadi. Banyak orang yang tak tau apa, terpaksa menderita. Hantu tikus malam sangat kejam, bahkan sulit untuk di tangkap. Dapat menghilang pula, katanya. Apakah mereka benar-benar hantu, atau yang lain kah. Yang jelas, hal kejam.

Dampak dari kekejaman hantu tikus hitam, banyak wanita menjadijanda, anak yatim dan orang-orang yang kehilangan sanak familinya. Dan entah mengapa peristiwa kejam sekitar sebelas tahun silam itu menghilang. Bagaikan di anggap tak pernah terjadi. Barangkali tanah ini di huni oleh para kelompok pelupa.

Malam itu hujan pun turun, apa yang telah menjadi prediksi secara tiba-tiba terbukti. Gerah berubah menjadi dingin, dan rasapengap puntiba-tiba menghilang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s