Saat Aku Semakin Menua


Pada bulan juli ini, apa yang harus aku katakan.

Terimakasih,terimakasih aku telah di lahirkan.

Pada bulan Juli ini pula, tercipta penanda dan petanda yang tak dapat aku melupa untuk selalu mengingat. Saat aku semakin menua.

Tubuh ini di lahirkan dengan telanjang, tanpa dosa, katanya.

Lalu saat tumbuh dewasa mengapa dosa berhulu hilir bermuara jua pada setiap titik tubuh. Dan dosalah yang selalu mengajarkan aku bagaimana beranjak menuju dewasa.

Lalu setiap kali jua aku bertanya;
Barangkali nasib baik tak pernah dilahirkan.
Pada pagi hari aku dilahirkan, tapi mengapa hanya malam yang selalu tulus.

***Ini puisi. Puisi yang belum selesai. Saya belajar berpuisi. Menurut saya puisi, entah kata orang lain, terimakasih, terimakasih saya telah dilahirkan

17 Juli 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s