Ngopi Bung.


Malam yang dingin dan hening pula, badan gemigil denyut nadi tak lagi sahabat dengan detik dentangan jarum jam. Pikiran kemana-mana, seperti halnya di buru binatang anjing.Sontak kepikiran cinta, yaitu kopi.

Ngopi, ayo ! budal, nada seksi itu berlalu begitu saja ditelinga.
Ngopi lagi, ngopi lagi. Lagi-lagi ngopi, dan ngopi. Dari kontrakan sampai ke warung kopi. Hutang berceceran, putung kretek berserakan, dari kamar kontrakan sampai depan ruang senggang. Sampai kami tak tau, harus dimana kami letakkan semua itu.
Jika waktu senggang kami pasti berada di warung kopi. Tapi, kami pastikan ada waktu senggang untuk namacinta kita bersama ternama “kopi”. Kami lebih memilih minggir di jalan dan berhenti di sebuah warung kopi, maklum duit tak cukup bila harus di gedung megah itu. Tak apa, jika kami tak di anggap anak gaul. Penampilan srampangan, kadang sandal jepit tak lagi berpasangan. Baju lusuh sisa pelukan di pagi senja.

Ng(u)liah dan ng(o)pi. Jangan di sikut-sikutkan karena mereka enggan untuk di pisahkan. Warung kopi pak pojok ialah tempat kami bersenggang jika waktu malam, kopi ibu belakang gor jika pagi menyapa. Tempat-tempat tersebut sudah menjadi keluarga yang tak dapat di pisahkan bagi kami. Waktu tak amat banyak, kami selalu berpegangan dengan erat.

Malam itu malam minggu, anak gaul masa kini menyebutnya dengan malming. Kami hanya ngopi, jika waktu luang. Di warung kopi pojok dekat lampu merah, kebiasaan kita habiskan malam. Terlihat anak muda-mudi berceceran dan berpasang-pasangan, tak jelas entah hendak kemana. Sama-sama tak jelasnya dengan kita. Kerap kali berpatungan, isi saku hanya cukup buat sarapan pagi. Biarlah kita bercinta saja dengan kopi pahit itu. Tak dapat di pungkiri jika jumlah kopi tak lebih banyak dari kami. Toh, secangkir kopi di gilir rame-rame.

Tak luput, kami bercakap-cakap. Mulai dari yang lebay sampai juga dari ranah yang alay. Ini memperkuat bahwa semua pihak berhak berpendapat. Mungkin kopi tak bisa lepas dari diri penulis macam Andrea Hirata, sesampailah lahir cerita “Cinta Dalam Gelas”. Kopi tak terhindar dari gelas atau cangkir. Begitupun kami, yang tak mau berpisah dengan elemen kopi tersebut.

Kopi yang konon katanya senyawa alkaloid yang berfungsi membalikkan senyawa adenosin. Senyawa adenosin kabarnya ialah senyawa yang dapat mengundang efek “Malas”. Ah, itu hanya konon katanya. Jangan ragu, itu hanya intermezzo belaka. Maka tak harus takut kita untuk berngopi. Efek malas?, maka kita jangan malas-malas untuk sekedar ngopi.

Siapa yang tak kenal dengan kopi. Dewasa ini, kopi identik dengan seniman bernama Mbah Surip (alm). Pengagum kopi dan kretek ini terkenal sebagai pencipta lagu “bangun tidur”. Pada beberapa lirik lagunya, terdapat jamak di jumpai kata-kata ngopi. Ini menggambarkan bagaimana (alm) mbah Surip begitu mencintai kopi. Mungkin saja, jika mbah Surip masih ada, bukan tak mungkin akan tercipta nada-nada kopi tersebut. Ini menunjukkan dalam tingkatan tertentu kopi hadir sebagai sang inspirator.

Ngopi lagi, ngopi lagi. Hangatnya secangkir kopi membuat gairah dalam hal tertentu. Membuat pikiran bisa tenang sejenak, pelepas lelah dan kadang sebagai peredam lara. Kami mungkin telah bersenyawa dengan kopi. Kopi membuat kami menjaga jarak dari dunia kemewahan, mengingat maraknya kalengan-kalengan baru. Entah kalender mana yang mencatat lahirnya kopi.

Cinta itu kopi. Rasa manisnya menggoda, dan rasa pahitnya mengundang kerinduan yang tiada tara. Mereka berbaur senyawa saling melengkapi. Dan cinta ku tertuang dalam gelas ialah kopi, Si bibir seksi itu.

Jember 04 April 2011

Iklan

2 responses to “Ngopi Bung.

  1. mantap..yuk blogging terus..sambil ngopi!

  2. terimakasih mas, telah sudi berkunjung. mari berbagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s