Maaf saya pecinta kopi berat.


Ngopi Bung, sampai pahit.! Kalimat disamping tersebut bak sebuah nada sandi kebangsaan para kaum pecinta kopi. Maaf ini hanya buat kaum pecinta kopi. Dan yang belum mencintai mulailah untuk bercinta dengan kopi (bukan anjuran). Entah nasib apa yang menghampiri saya, terlanjur jatuh cinta pada sosok hitam kental pahit berbaur manis itu. Saya harus jujur, saat ibu dirumah sms dan tanya lagi ngapain hampir seluruhnya saya jawab dengan “lagi ngopi”. Habislah saya terus diejek dengan generasi pecinta kopi. Ibu mungkin lupa, saat saya masih kecil ibulah yang menganjurkan untuk selalu minum kopi.

Bukan.! Saya bukan pecinta kopi biasa. Dalam keadaan sadar, saya harus akui harus meluangkan waktu untuk sekedar ngopi. Aktifitas yang padat dan harus tergesa-gesa kejar setoran biasanya orang pasti meluangkan waktu untuk ngopi. Saya mengakui, dalam keadaan penat kopilah yang selalu saya tuju. Selain sebagai teman rehat.
Dan maaf saya pecinta kopi.

Bersambung.!

Juni 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s